5 Paslon Tebar Simpati Untuk Pilkada Sawahlunto

Pilkada Indonesia – Memasuki hari ketiga kampanye, lima pasangan calon (Paslon) pilkada Sawahlunto, mulai memasang strategi khas. Selain memainkan rapat internal, ke lima Paslon walikota ini mulai memasuki perdesaan, pasar kumuh serta blusukan mendadak ke kedai dan rumah warga.

Kampanye terbuka dilakukan lima Paslon wali kota-wakil wali kota sembari mencoba berdiskusi dengan warga yang ditemui. Untuk pasangan calon wali kota-wakil wali kota dengan nomor urut 1, Ali Yusuf – Ismet atau Alis ini memanfaatkan waktu kampanye untuk mengunjungi Lumindai, Kecamatan Barangin. Pasangan ini diarak ratusan simpatisannya dengan menggunakan sepeda motor.

Hal sama dilakukan pasangan Irwan Husen – Desrizal Eri yang mendatangi daerah pelosok bersama para pendukungnya. Pasangan bernomor urut 2 tersebut, berkampanye di Kecamatan Barangin wilayah dua, pasar Guguk Balang. Sementara, pasangan Eri Ridwan – Emeldi dengan nomor urut 3, berkampanye dengan mendatangi warga di kecamatan Talawi. Untuk Pasangan nomor urut 4 Taufik Syamsir – Nasirwan, berkampanye di kecamatan Silungkang. Demikian juga Paslon nomor urut 5, Fauzi Hasan – Deri Asta. Mereka mencari dukungan dengan memulai kampanye dengan blusukan ke rumah warga di Kecamatan Lembah Segar.

Menurut Ketua Tim Pemenangan pasangan Alis-Zainal, kegiatan digelar untuk menampung berbagai aspirasi masyarakat untuk kemajuan berbagai pembangunan yang ada. Selain itu, pihaknya membagikan beberapa souvenir, baju kaos, kartu nama. “Kampanye simpatik pasangan calon Alis, dilaksanakan untuk menarik simpati dan dukungan massa, sehingga pasangan ini lebih optimis,” ungkapnya.

Papua Menggelar Pilkada

Pilkada Indonesia, Jayapura – Setelah tertunda selama dua tahun, Rabu (29/1) pagi, pemilihan kepada daerah (pilkada) untuk memilih gubernur dan wakil gubernur Papua digelar. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua menyiapkan 7.116 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 29 kabupaten/kota untuk menyukseskan pilkada.

Surat suara yang disiapkan 2.781.301, ditambah 2,5 persen dari daftar pemilih tetap (DPT) yang mencapai 2.713.465 pemilih. Dari 29 kabupaten/kota yang ada pemilih terbanyak di Kabupaten Yahukimo yang mencapai 258.522 pemilih, disusul Kabupaten Tolikara 172.568, Kabupaten Mimika 175.987, Kota Jayapura 249.034, dan Kabupaten Jayawijaya 185.548 pemilih.

Ketua KPU Papua, Beny Sweny, Selasa (29/1), mengatakan pilkada Papua dilakukan serentak hari ini. “Pilkada hari ini dilakukan dan saya berharap semua berlangsung dengan aman,” ujarnya.

Enam kandidat gubernur dan wakil gubernur memperebutkan suara rakyat. Mereka adalah pasangan Noack Nawipa-Jhon Wob, MR Kambu-Blasius Pakage, Lukas Enembe-Klemen Tinal, Welington Wenda-Waynand Watori, Alek Hesegem-Marthen Kayoi, dan Habel Melkias Suwae-Yop Kogoya.

Sementara itu, dua TPS di Kabupaten Supriori dipastikan menunda pencoblosan, menyusul musibah terbakarnya kapal pengangkut logistik Pemilu ke Pulau Mapia, Senin (28/1) siang. Hal tersebut dikemukakan Ketua KPU Kabupaten Supriori, Adolf G Mamaribo. “Surat suara semua selamat, namun ada yang rusak, kami benahi dulu. Rencananya tanggal 31 Januari, kami lakukan pemungutan suara,” ujarnya.

Sementara itu, Polda Papua bersama TNI menambah kekuatan personel di tingkat polres di seluruh Papua, khususnya di wilayah pegunungan. “Polda Papua bersama TNI menyiagakan setiap anggota. Artinya, bila waktu pencoblosan terjadi gangguan keamanan, maka anggota Polri/TNI yang disiagakan siap diturunkan ke daerah-daerah yang dilanda gangguan keamanan,” kata Kapolda Papua, Irjen Pol Tito Karnavian.

Penolakan Hasil Pilkada, Masyarakat Mendemo Kantor KPUD Kota Bekasi

Pilkada Indonesia – Tak terima dengan hasil Pilkada Bekasi, masyarakat mendemo kantor KPUD Kota Bekasi, Jawa Barat. Massa tersebut mengaku dari Masyarakat Peduli Pilkada.

Pendemo yang memenuhi depan kantor KPUD Kota Bekasi di Jalan Juanda Kota Bekasi pada Kamis (27/12/2012), melakukan penolakan terhadap hasil pilkada yang berlangsung 16 desember lalu. Mereka menilai telah terjadi kecurangan dan politik uang.

Keributan juga sempat terjadi antara pendemo dan polisi, karena polisi melarang massa masuk ke kantor KPUD. Akhirnya mereka melakukan orasi di tengah jalan, sehingga memicu kemacetan.

Karena tidak bisa menemui anggota KPUD, massa pun kemudian mendirikan tenda di depan kantor KPUD Bekasi. Namun lagi-lagi aksi mereka dilarang polisi, sehingga para pendemo itu kecewa dan nyaris terjadi bentrok antara kedua kubu itu.

Bahkan seorang pendemo dengan pakaian loreng sempat mengamuk, karena aksinya menemui ketua KPUD Kota Bekasi dihalang-halangi polisi.